Lima hal yang perlu disepakati dengan fotografer sebelum hari akad
Bukan soal harga. Soal siapa yang memberi aba-aba saat foto keluarga, jam berapa tim datang, dan foto mana yang boleh diunggah malam itu juga.
Hari akad biasanya berjalan lebih cepat dari yang dibayangkan. Jam tujuh pagi masih rias, jam sembilan ijab kabul, jam sepuluh sudah foto keluarga, dan tiba-tiba semua orang lapar. Fotografer yang bagus bisa mengikuti ritme itu, tapi ada beberapa hal yang lebih baik disepakati sebelumnya, bukan di tengah acara.
1. Siapa yang memberi aba-aba saat foto keluarga
Ini yang paling sering jadi masalah. Foto keluarga besar bisa memakan 40 menit kalau tidak ada yang memimpin, karena om dari Bandung sedang di luar dan sepupu masih di kamar. Tunjuk satu orang dari keluarga yang hafal semua nama dan tidak sungkan memanggil orang. Fotografer mengatur posisi, orang itu yang memanggil.
2. Jam berapa tim datang dan sampai kapan
Tim kami biasanya datang dua jam sebelum akad, saat rias belum selesai. Foto-foto saat ibu membantu memasang hiasan kepala, atau ayah membetulkan peci di depan cermin, hanya bisa diambil di jam ini. Sepakati juga jam selesainya, supaya tidak ada yang kaget kalau sesi foto keluarga ternyata lewat jam makan siang.
3. Daftar foto yang wajib ada
Tidak perlu panjang. Sepuluh sampai lima belas momen yang kalau terlewat akan disesali: tanda tangan buku nikah, sungkeman, tukar cincin, foto dengan nenek. Kami simpan daftar ini di saku dan mencoret satu per satu. Yang di luar daftar tetap kami ambil, tapi yang di dalam daftar tidak boleh lewat.
4. Foto mana yang boleh diunggah malam itu
Banyak pasangan ingin mengunggah foto di hari yang sama. Kami biasanya mengirim 15 sampai 20 foto pilihan malam itu. Sepakati dulu siapa yang memilih dan apakah ada anggota keluarga yang tidak ingin fotonya muncul di media sosial. Lebih mudah bertanya sekarang daripada menghapus unggahan setelah ada yang keberatan.
5. Rencana kalau hujan atau listrik padam
Acara di rumah hampir selalu punya kejutan. Kami pernah memindahkan sesi foto keluarga ke teras karena hujan, dan hasilnya justru jadi foto favorit mereka. Yang penting, keluarga tahu lebih dulu bahwa kalau hujan, fotonya pindah ke mana, dan kalau listrik padam, kami bawa lampu sendiri.
Kalau lima hal ini sudah disepakati, di hari H kalian tinggal menikmati acaranya. Soal lain-lainnya, halaman foto dan video wedding menjelaskan apa yang kami kerjakan dari prewedding sampai album.
Mulai proyek 

