Mulai proyek

Memilih warna brand tanpa berdebat tiga minggu

Warna favorit pemilik, warna kompetitor, warna yang 'lagi tren'. Cara kami mengambil keputusan warna supaya rapat kedua tidak membahas hal yang sama.

Memilih warna brand tanpa berdebat tiga minggu

Dari semua tahap desain identitas, pemilihan warna yang paling lama. Secara teknis tidak sulit. Yang bikin lama, semua orang punya pendapat. Logo bisa diserahkan ke desainer. Warna, semua orang merasa berhak memilih.

Ini cara kami memutuskannya, biasanya dalam satu pertemuan.

Mulai dari rak, bukan dari selera

Sebelum bicara warna, kami kumpulkan foto kompetitor di tempat yang sama dengan produk klien: rak minimarket, hasil pencarian marketplace, halaman explore Instagram. Lalu kami lihat warna apa yang sudah penuh.

Kalau delapan dari sepuluh merek kopi di rak itu cokelat, pilihan paling masuk akal justru menjauh dari cokelat. Dari sini biasanya setengah perdebatan selesai, karena keputusannya didasarkan pada rak, bukan selera siapa pun.

Satu warna utama, satu warna penegas

Kami hampir selalu merekomendasikan dua warna yang bekerja keras, ditambah warna netral untuk latar dan teks. Warna utama dipakai di sekitar 60 persen permukaan, netral sekitar 30 persen, dan penegas 10 persen untuk tombol, label, atau hal yang mau ditunjuk.

Palet lima warna yang semuanya cantik biasanya berakhir dengan desainer berikutnya memakai kelimanya sekaligus di satu poster.

Tes di tiga tempat

Warna yang bagus di layar desainer belum tentu bagus di tempat lain. Sebelum diputuskan, kami uji di:

  • Layar HP di luar ruangan, dengan kecerahan separuh.
  • Cetakan dari printer kantor biasa, karena begitulah pelanggan akan melihat flyer.
  • Ukuran kecil, seperti ikon profil 40 piksel. Warna yang terlalu mirip akan menyatu di ukuran ini.

Biru elektrik yang terlihat segar di monitor bisa jadi ungu di kertas HVS. Lebih baik tahu sekarang daripada setelah 1.000 kemasan dicetak.

Tulis alasannya

Setiap warna di panduan brand kami beri satu kalimat alasan. “Biru karena kompetitor semua merah dan produk ini ingin terasa lebih tenang.” Kalimat ini yang menyelamatkan keputusan saat setahun kemudian ada orang baru di tim yang ingin ganti warna karena bosan.

Soal warna tren

Warna tahun ini dari lembaga apa pun akan terlihat jadul tiga tahun lagi, persis saat kemasanmu masih dipakai. Kalau mau ikut tren, taruh di konten media sosial yang umurnya seminggu, bukan di logo.

Kalau kamu sedang di tahap ini dan rapatnya sudah masuk minggu ketiga, layanan desain grafis kami bisa membantu menengahi dengan data rak tadi.

Mau dibantu langsung soal ini?

Tulisan di atas cukup untuk mulai sendiri. Kalau mau diserahkan ke kami, ceritakan lewat tiket brief.