Halaman depan website UMKM: lima hal yang dicari pengunjung
Orang membuka website usaha kecil dengan pertanyaan yang sangat spesifik. Kalau jawabannya tidak ada di layar pertama, mereka kembali ke Google.
Sebelum membangun website, kami biasanya minta klien membuka riwayat chat WhatsApp usahanya dan menghitung pertanyaan yang paling sering masuk. Hasilnya hampir selalu lima hal yang sama. Kalau lima hal ini ada di halaman depan, sebagian besar chat itu tidak perlu terjadi.
1. Ini usaha apa, dalam satu kalimat
Tulis kalimat yang menjelaskan apa yang kamu jual dan untuk siapa. “Katering harian untuk kantor di Jakarta Selatan, pesan sehari sebelumnya” lebih berguna daripada “Solusi kuliner untuk kebutuhan Anda”. Pengunjung memutuskan dalam beberapa detik apakah mereka di tempat yang benar.
2. Harga, atau setidaknya kisarannya
Banyak pemilik usaha enggan menulis harga karena takut dibandingkan. Kenyataannya pengunjung tetap membandingkan, hanya saja mereka melakukannya dengan bertanya ke WhatsApp, lalu hilang. Tulis “mulai dari” kalau harga pastinya bervariasi. Yang penting ada angka.
3. Cara memesan
Tombol WhatsApp yang jelas, di posisi yang sama di setiap halaman. Kalau bisa, pesan WhatsApp-nya sudah terisi otomatis dengan nama produk yang sedang dilihat. Ini satu fitur kecil yang paling sering kami pasang dan paling sering dipuji klien, karena mereka tidak perlu lagi bertanya “yang mana ya, Kak?”.
4. Bukti bahwa ini nyata
Foto tempat usaha, foto tim, atau foto produk yang jelas-jelas dipotret sendiri. Foto stok yang terlalu rapi justru membuat orang curiga. Ulasan dari Google Maps bisa ditampilkan, lengkap dengan nama depan pemberi ulasan.
5. Lokasi dan jam buka
Untuk usaha yang punya tempat fisik, dua informasi ini dicari hampir setiap pengunjung dari HP, biasanya sambil berjalan ke arah tokomu. Taruh di bagian atas atau di footer yang muncul di semua halaman, dan pastikan tombol alamatnya membuka Google Maps.
Yang bisa menunggu
Halaman “Visi dan Misi”, sejarah perusahaan, dan galeri 80 foto bisa ditaruh di halaman lain atau tidak ada sama sekali. Pengunjung yang butuh itu akan mencarinya. Yang lain hanya ingin tahu apakah kamu bisa menyelesaikan masalah mereka hari ini.
Kalau websitemu sekarang belum menjawab lima hal di atas, perbaikan paling murah adalah menulis ulang halaman depan dulu sebelum memikirkan desain baru. Kalau mau dibantu dari struktur sampai online, lihat layanan pembuatan website.
Mulai proyek 

